Atlet Lari Asal NTB Harumkan Nama Indonesia

Atlet Lari Asal NTB Harumkan Nama Indonesia

Atlet Lari Asal NTB Harumkan Nama Indonesia

Bagi sebagian orang, doa orang tua berarti dunia, dan ini persis dengan sprinter muda Indonesia Lalu Mohammad Zohri, yang mengguncang 2018 Kejuaraan Dunia IAAF U20 dengan merebut medali emas 100 meter putra di Finlandia pada Rabu setelah mencatat waktu 10.18 detik .

Zohri, 18, berasal dari keluarga petani yang rendah hati dan lutung. Ia lahir dan dibesarkan di desa Pemenang Barat di Lombok Utara, sekitar 60 kilometer dari ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ayahnya, Lalu Ahmad Yani, meninggal tahun lalu, sementara ibunya Saeriyah meninggal pada 2015. Zohri memiliki tiga saudara kandung yang lebih tua, tetapi salah satu dari mereka juga meninggal.

Tetangga Muhammad Amir, 56, mengungkapkan bahwa teman baiknya, Yani, pernah berkata bahwa ia telah berdoa agar Zohri menjadi bintang dunia. Doa-doa ayah dijawab di Tampere, Finlandia, pada hari Rabu.

Sprinter dikenal sebagai anak yang penuh gairah bagi keluarga dan teman-temannya. Adik bapal Baiq Fazilah, 29, mengatakan bahwa saudaranya adalah orang yang pendiam, yang akan selalu menemukan solusi sendiri untuk masalah-masalahnya.

[Zohri] adalah anak yang sangat baik. Kami sangat bangga melihat dia menjadi juara dunia, ”kata Fazilah, Jumat.

Namun, dengan latar belakangnya yang kurang mampu, Zohri tidak pernah menikmati kemewahan pelatihan yang layak.

Fazilah mengatakan pelari itu tidak memiliki sepatu. “Dia tidak pernah meminta banyak. Dia berlatih tanpa alas kaki karena dia tidak punya sepatu. ”

Seperti dapat dilihat, kerja kerasnya telah membuahkan hasil. Dengan bakat dan pekerjaannya yang tak ada habisnya, Zohri melakukan perjalanannya di dunia dengan pindah ke Mataram pada awal 2016. Di ibu kota provinsi, Zohri terdaftar di pusat pendidikan dan pelatihan NTB untuk siswa (PPLP), saat bersekolah di SMA 2 negara bagian.

Sejak pindah ke Mataram, Zohri telah tinggal di asrama, dan sejak ayahnya meninggal, rumahnya kosong karena kedua saudaranya bekerja di pulau lain, Gili Trawangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB Husnanindiaty Nurdin menjelaskan bahwa bakat Zohri pertama kali terlihat pada tahun 2015.

Kami melihat potensinya ketika dia bersaing dalam lomba tingkat provinsi di Mataram. Kami segera mendekati Zohri dan memberinya tempat di PPLP, ”tambahnya.

Pada 2017, Zohri memulai perjalanan baru sebagai atlet nasional, kata Husnanindiaty. “Zohri seperti berlian yang kami temukan di Lombok.”

Ketika kemenangan Zohri menjadi viral, berbagai pihak mulai memperhatikan kesejahteraan atlet. Beberapa pejabat berkunjung ke rumah atlet untuk memberikan dukungan.

Mendapat perhatian Presdien Jokowi

Di Palembang, Sumatra Selatan, Presiden Joko Widodo mengatakan ia telah memerintahkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun sebuah rumah untuk Zohri di NTB.

Di Jakarta, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melakukan panggilan telepon ke Zohri seperti disaksikan oleh pers. Imam memberi selamat kepada pelari itu atas prestasinya dan berharap lebih banyak lagi.

Sebagai tanggapan, Zohri, yang akan berkompetisi dalam Asian Games mendatang, mengatakan: “Insya Allah saya akan(melakukan yang terbaik).”

Bonek Mania Ingin Suporter Bersatu

Bonek Mania Ingin Suporter Bersatu

bonek-mania-ingin-suporter-bersatu

Sepak bola Indonesia kini sedang tidak bagus, hal tersebut karena kemelut di kubu PSSI(Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) yang tak kunjung selesai. Imbas dari hal tersebut adalah sanksi yang dijatuhkan oleh FIFA dan beberapa hal lain. Untuk sanksi dari FIFA sendiri, PSSI telah terbebas dari hal tersebut.

Dengan amburadulnya wajah sepak bola tanah air, hal itu berimbas pula dengan dukungan suporter klub-klub yang jarang menyaksikan pertandingan langsung. Sepak bola sudah tentu menjadi cabang olahraga terfavorit masyarakat Indonesia, hal itu juga menjangkit masyarakat Surabaya.

Surabaya memiliki klub kesayangan yaitu Persebaya. Klub ini merupakan klub tertua dari tanah air. Para pecinta klub ini juga sangat banyak dan sangat sering menghiasi setiap pertandingan home Persebaya. Hal itu beberapa tahun terakhir tidak tampak lagi karena kemelut yang ada pada tubuh PSSI.

Bonek(Bondho Nekat) sangat prihatin dengan kondisi persepak bolaan tanah air tersebut, baik mereka maupun Persebaya akhirnya menyerukan untuk para suporter agar bersatu.

bonek-mania-ingin-suporter-bersatu2

Persebaya yang merupakan tim kesayangan Bonek sedang tidak diakui oleh pihak PSSI. Dengan adanya sanksi dari PSSi tersebut, kini tim asal kota Surabaya tidak dapat mengikuti ajang sepak bola nasional secara resmi. Dengan dijatuhkannya sanksi tersebut, mengundang reaksi dari kubu suporter Persebaya

Mereka membuat gerakan #grudukjakarta dimana gerakan tersebut adalah menuntut PSSI agar mengakui Persebaya sebagai tim yang boleh ikut dalam kompetisi resmi nasional.

Ribuan suporter Persebaya datang ke Jakarta untuk melakukan pemrotesan atas status tim kesayangannya tersebut. Ribuan suporter dengan kondisi keuangan yang tidak sedikit kurang memadai menggunakan banyak alternatif demi dapat ke Jakarta menyampaikan aspirasinya tersebut.

Aksi yang ingin dilakukan oleh Bonek ini mendapat simpatik dari suporter klub sepak bola lainnya. Para suporter klub lain yang simpatik tersebut akhirnya membuat sebuah tempat singgah dari perjalanan Surabaya ke Jakarta yang dapat digunakan para Bonek beristirahat.

Meskipun para suporter tak jarang saling bermusuhan karena kecintaan pada masing-masing klub, namun hal tersebut kini mencair melihat perjuangan Bonek. Mereka tergerak untuk dapat melakukan sesuatu yang dapat membantu Bonek demi memperjuangkan nasib klub kesayangan mereka tersebut.