Park and Ride, Gedung Solusi Kemacetan di Surabaya

Park and Ride, Gedung Solusi Kemacetan di Surabaya

Park and Ride, Gedung Solusi Kemacetan di Surabaya Surabaya, kini, menjadi salah satu ibu kota yang memiliki penduduk paling padat di Indonesia, selain Jakarta dan juga Bandung. Bukan hanya warga Surabaya saja yang membuat penduduk di sini sangat banyak, tetapi juga semakin banyaknya pendatangnya yang turut memenuhi ibu kota dari Jawa Timur ini. Tentu saja kepadatan penduduk ini adalah salah satu faktor yang membuat kemacetan terus merajalela di Surabaya ini. Kemacetan di jalan raya sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh di Surabaya. Banyaknya pengguna kendaraan pribadi dari pada kendaraan umum menjadi penyebab lainnya dari kemacaetan ini. Selain itu, penyebab lainnya pula adalah masih adanya lahan parker yang menggunakan jalan raya. Tentu saja, jalanan yang tadinya dibuat untuk 2 atau 3 mobil, akan semakin sempit apabila salah satu bagiannya digunakan sebagai lahan parker sebuah tempat wisata atau tempat yang selalu ramai akan pengunjung. Untuk mengatasi masalah ini, pihak pemerintah kota Surabaya, kini sedang membicarakan tentang pembuatan gedung khusus untuk parkir yang bertingkat. Tentu saja hal ini bisa menjadi jawaban dan solusi dari masalah kemacetan yang terjadi di Surabaya. Selain itu, untuk tempat-tempat hiburan dan juga tempat yang sering dikunjungi orang, diwajibkan membuat lahan parkkir khusus bertingkat. Jadi, tidak akan ada lagi mobil yang parkir di pinggir jalan, ataupun mobil yang mengantri masuk ke tempat tersebut untuk berebut lahan parkir. Di sisi lain, dengan adanya lahan pakir khusus bertingkat, kini tidak akan ada lagi kemacetan di tempat-tempat hiburan tersebut. Pihak pemerintah kini sedang membuat program pembangunan gedung yang diberi nama Park and Ride. Gedung ini dibuat khusus untuk menjadi lahan parkir khusus untuk tempat-tempat hiburan di sekitarnya. Pihak pemerintah kini sedang membuat dua gedung Park and Ride. Gedung ini kini sudah mencapai 60%, dan direncanakan pada tahun 2017 nanti sudah bisa digunakan oleh warga Surabaya. Diperkirakan, gedung ini bisa mencapai 244 sepeda motor dan 83 mobil, yang terdiri lantai I 244 motor dan 4 mobil, lantai II 36 mobil dan lantai III 43 mobil. Dengan kapasitas tersebut, tentu saja pihak pemerintah berharap semoga cara ini benar-benar bisa jadi solusi yang baik untuk mengatasi masalah kemacetan di Surabaya.

Surabaya, kini, menjadi salah satu ibu kota yang memiliki penduduk paling padat di Indonesia, selain Jakarta dan juga Bandung. Bukan hanya warga Surabaya saja yang membuat penduduk di sini sangat banyak, tetapi juga semakin banyaknya pendatangnya yang turut memenuhi ibu kota dari Jawa Timur ini. Tentu saja kepadatan penduduk ini adalah salah satu faktor yang membuat kemacetan terus merajalela di Surabaya ini.

Kemacetan di jalan raya sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh di Surabaya. Banyaknya pengguna kendaraan pribadi dari pada kendaraan umum menjadi penyebab lainnya dari kemacaetan ini. Selain itu, penyebab lainnya pula adalah masih adanya lahan parker yang menggunakan jalan raya. Tentu saja, jalanan yang tadinya dibuat untuk 2 atau 3 mobil, akan semakin sempit apabila salah satu bagiannya digunakan sebagai lahan parker sebuah tempat wisata atau tempat yang selalu ramai akan pengunjung.

Untuk mengatasi masalah ini, pihak pemerintah kota Surabaya, kini sedang membicarakan tentang pembuatan gedung khusus untuk parkir yang bertingkat. Tentu saja hal ini bisa menjadi jawaban dan solusi dari masalah kemacetan yang terjadi di Surabaya. Selain itu, untuk tempat-tempat hiburan dan juga tempat yang sering dikunjungi orang, diwajibkan membuat lahan parkkir khusus bertingkat. Jadi, tidak akan ada lagi mobil yang parkir di pinggir jalan, ataupun mobil yang mengantri masuk ke tempat tersebut untuk berebut lahan parkir.

park-and-ride-gedung-solusi-kemacetan-di-surabaya2

Di sisi lain, dengan adanya lahan pakir khusus bertingkat, kini tidak akan ada lagi kemacetan di tempat-tempat hiburan tersebut.

Baca juga : Berita terkini Surabaya

Pihak pemerintah kini sedang membuat program pembangunan gedung yang diberi nama Park and Ride. Gedung ini dibuat khusus untuk menjadi lahan parkir khusus untuk tempat-tempat hiburan di sekitarnya. Pihak pemerintah kini sedang membuat dua gedung Park and Ride. Gedung ini kini sudah mencapai 60%, dan direncanakan pada tahun 2017 nanti sudah bisa digunakan oleh warga Surabaya.

Diperkirakan, gedung ini bisa mencapai 244 sepeda motor dan 83 mobil, yang terdiri lantai I 244 motor dan 4 mobil, lantai II 36 mobil dan lantai III 43 mobil. Dengan kapasitas tersebut, tentu saja pihak pemerintah berharap semoga cara ini benar-benar bisa jadi solusi yang baik untuk mengatasi masalah kemacetan di Surabaya.

Beberapa Komunitas Melakukan Aksi Demo Perlindungan Satwa Liar

Beberapa Komunitas Melakukan Aksi Demo Perlindungan Satwa Liar

Beberapa Komunitas Melakukan Aksi Demo Perlindungan Satwa Liar

Demo besar-besaran terjadi di depan Gedung Balai Pemuda, Surabaya, pada hari Rabu Kemarin. Aksi demo besar—besaran ini kurang lebih terjadi karena maraknya penembakan satwa liar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Walaupun satwa ini bersifat liar atau tidak dimiliki oleh siapapun, namun hakikatnya bukan berarti bisa di tembak sembarangan dengan menggunakan senapan angin. Hal ini merupakan tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab dan tidak menghargai atas sesame mahkluk hidup.

Sebenarnya, masalah penembakan dengan senapan angin ke pada satwa liar ini sudah berangsur-angsur selama beberapa tahun kebelakang. Beberapa tindakan pemerintah pun sudah dilakukan untuk mencegah dan juga mengurangi masalah penembakan satwa liar ini. Namun, sampai saat ini, masih saja ada masalah serupa yang bermunculan, dan tentu saja bagi para pecinta satwa, hal ini merupakan masalah yang sangat besar untuk mereka.

Dalam rangka untuk meminta perlindungan untuk satwa-satwa liar, beberapa perwakilan dari komunitas pecinta dan pemerhati satwa, turut berdatangan dalam aksi demo tersebut. Sebut saja komunitas seperti Centre for Orangutan Protection (COP), Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Animals Indonesia, International Animal Rescue (IAR), Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Information Centre (OIC), Orangutan Land Trust (OLT), With Compasion and Soul (WCS), Orangutan Outreach, Paguyuban Pengamat Burung Jogjakarta (PPBJ), dan Orangutan Veterinary Aid (OVAID) berdatangan untuk turut berpartisipasi dalam aksi demo tersebut.

beberapa-komunitas-melakukan-aksi-demo-perlindungan-satwa-liar2

Aksi demo yang terjadi tepat di hari Rabu kemarin tersebut berjalan aman dan tentram, tidak ada aksi rusuh atau kekerasan yang terjadi pada demo tersebut. Para pihak keamanan pun hanya datang untuk memperhatikan dan mengawasi aksi demo tersebut, tanpa harus berhadapan langsung dengan para pendemo.

Inti dari aksi demo tersebut kurang lebih adalah tentang perlindungan satwa liar. Mereka ingin bagaimanapun caranya, masalah penembakan satwa liar dengan senapan angin ini harus segera dihentikan. Tentu saja beasaskan saling menghargai sesame mahkluk hidup, satwa memang sudah seharusnya hidup secara liar. Tapi, bukan berarti penembakan dengan senapan angin menjadi solusi yang baik untuk mereka. Sebenarnya ada cara lain yang lebih manusiawi untuk dilakukan.

Bahkan, pihak-pihak dari komunitas yang datang tersebut, siap membantu pemerintah untuk turun langsung dalam perlindungan satwa liar. Hal ini dianggap sebagai kewajiban mereka sebagai pemerhati dan pecinta hewan, untuk ikut langsung dalam aksi melindungi keberlangsungan hidup dari satwa-satwa tersebut.