Pidato GoT Jokowi Sindir Prabowo?

Pidato GoT Jokowi Sindir Prabowo?

Menjelang kontestasi Pilpres 2019, kedua kubu tampaknya sudah mulai mencoba melemparkan berbagai ‘serangan’. Ini merupakan hal yang wajar, tentu asalkan kedua kubu tetap memperhatikan batasan-batasan yang ada. Demokrasi memang berisik, dan berbagai sindiran hingga serangan argumen tentu saja sah asalkan sesuai dengan koridor yang ada.

Baru-baru ini, Prabowo Subianto mengeluarkan semacam tagline yang sama dengan yang digunakan oleh Presiden Donald Trump kala memenangi Pilpres AS beberapa tahun lalu yaitu ‘Make America great again’. Prabowo membuat tagline ‘Make Indonesia great again’ yang merupakan serangan secara tidak langsung kepada Jokowi yang saat ini menjabat sebagai Presiden.

Tentu saja slogan ‘Make Indonesia great again’ ini berarti mengganggap Indonesia saat ini mengalami penurunan, khususnya hal ini diucapkan saat Presiden Jokowi menjabat.

Pernyataan ini pun dihubungkan dengan pidato Presiden Jokowi di pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali yang baru saja selesai. Pidato Presiden Jokowi berisi tentang potongan pertikaian di serial ternama Game of Thrones(GoT).

Serial GoT memang menceritakan bagaiman intrik politik dari banyak kerajaan, dan negara-negara ini menghadapi permasalahan yang sama saat musim salju datang.

Pidato GoT, serangan balik untuk Prabowo?

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun mengatakan bahwa pidato yang disampaikan oleh Jokowi berupaya untuk menyerang balik Prabowo.

“Tagline Prabowo itu menyindir habis bahwa klaim pembangunan dan kerja Jokowi selama ini seperti tidak ada artinya. Jokowi ingin membalas dengan menganalogikan dirinya sebagai tokoh atau jagoan utama dalan film GoT, John Snow,” ucap Rico yang dilansir laman detik.com.

Karakter John Snow sendiri di serial GoT merupakan sosok kstria yang juga mengingatkan tentang ‘Winter is coming’.

Rico juga mengatakan, pidato yang digaungkan oleh Jokowi pada forum internasional yang meskipun mengingatkan secara umum – tetapi Rico meyakini bahwa ini juga sekaligus membicarakan tentang ‘perang’ menjelang Pilpres 2019 khususnya tentang hoax yang dibuat oleh Ratna Sarumpaet baru-baru ini dianggap seperti intrik yang terjadi pada John Snow pada serial GoT.

Tentu saja ini hanya tafsiran, dan siapa pun bisa memiliki penafsirannya tersendiri. Meski begitu, yang mengetahui lebih pasti tentu saja Presiden Jokowi itu sendiri. Dan mau bagaimana pun, tak peduli Jokowi atau Prabowo, tetap junjung tinggi perstauan Indonesia!

Penyebar Hoax Gempa Bumi Ditangkap di Riau

Penyebar Hoax Gempa Bumi Ditangkap di Riau

Kepolisian Riau telah menangkap seorang wanita yang diidentifikasi sebagai MA, yang tinggal di distrik Marpoyan Damai di Pekanbaru, karena diduga menyebarkan berita palsu tentang potensi gempa kuat di media sosial.

Kepala Detektif Sr. Comr. Gidion Arif Setyawan mengatakan pada hari Kamis bahwa MA telah membagikan berita palsu bahwa gempa berkekuatan 8,6 diperkirakan akan menghantam Jawa di halaman Facebook pada 25 September, 29 September dan 2 Oktober.

“Bumi menjadi lebih lemah karena mendukung bangunan dan infrastruktur yang terus dikembangkan. Sebagai konsekuensinya, bencana alam terus menghantam planet ini. Hari kiamat semakin dekat, ”kata MA di salah satu posnya, menambahkan bahwa gempa bumi baru-baru ini yang mengguncang berbagai daerah di negara itu adalah pengingat dari Tuhan.

“Tolong bertobat dan minta pengampunan Tuhan, Anda pengkhianat negara,” lanjutnya tanpa menyebut nama.

Hoax memicu kegemparan publik

Gidion mengatakan status Facebook MA telah memicu kegemparan publik, mendorong polisi untuk mengambil tindakan hukum terhadap dirinya.

“Tidaklah tepat untuk menyebarkan hoax tentang bencana alam di tengah kesedihan [setelah gempa bumi Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah]. Ini seperti mencoba menggosok garam ke luka korban, ”katanya.

Hoax memang masih menjadi momok yang begitu mematikan untuk era saat ini. Kabar bohong alias hoax tak jarang menjadi salah satu cara yang digunakan oleh sekelompok atau seseorang dengan berbagai motif. Tentunya dengan motif apa saja, hoax bukan merupakan sesuatu perbuatan yang diperkenankan apalagi lagi menggunakan isu bencana alam sebagai hoax apalagi Sulteng baru saja terkena bencana gempa bumi dan tsunami.

Berita bohong dengna maksud apa pun membuat keresahan dan kegemparan publik. Ini juga ditambah dengan minimnya pengetahuan masyrakat untuk mencari tahu mengenai kebenaran dari sebuah kabar.

Selain hoax bencana alam ini, Indonesia juga dihebohkan dengan hoax yang dibuat oleh salah satu aktivis HAM Indonesia, Ratna Sarumpaet. Ia membuat cerita bahwa ia menjadi korba penganiayaan sejumlah orang, ini sempat membuat gempar Indonesia. Tak berselang lama, Ratna akhirnya mengakui bahwa kabar ini hanyalah karangan dirinya – f