Jenazah Pengebom Gereja di Surabaya di Tolak Warga

Jenazah Pengebom Gereja di Surabaya di Tolak WargaKasus bom yang menimpa sejumlah gereja di Surabaya serta kantor polisi dan sederet kasus lain yang juga menimpa beberapa daerah memang mengguncang masyrakat akhir-akhir ini. Teror yang seakan memang diorganisir dengan baik oleh para organisasi teroris membuat korban berjatuhan dari pihak yang tidak bersalah.

Kasus yang terjadi ini membuat bukan hanya perhatian masyrakat Indonesia, namun juga mengundang reaksi dari negara lain. Dari kebanyakan pelaku yang ada, semunya meledakkan diri sehingga kasus bom bunuh diri ini semakin sulit untuk diselidiki.

Para pelaku yang tewas dengan cara meledakkan diri menyisahkan kisah lainnya. Para pelaku ini ternyata tidak diterima atau ditolak oleh warga untuk dimakamkan di pemakaman pemkot. Ada pun lahan pemkot untuk pemakaman yang berada di TPU Putat Gede mendapat penolakan dari warga sekitar.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini atau yang akrab disapa Risma mengatakan belum mau berkomentar lebih banyak mengenai polemik ini. Risma yang mengaku tidak mengetahui lebih banyak akan menanyakan fatwa tentang hal ini kepada Majelis Ulama Indonesia(MUI).

Risma belum berani berkomentar banyak

Dengan polemik serta takutnya terjadi gesekan besar di masyarkat, Wali Kota Surabaya ini mengaku belum bisa menjelaskan banyak.

Dikutip dari detik.com “Saya tidak berani karena ini terjadi gesekan dengan masyarakat sangat besar. Masalah satu belum selesai terus ada gesekan dengan warga, jangan sampai terjadi,” kata Risma.

Ada pun pemerintah kota Surabaya memang sudah menyiapkan lahan untuk jenazah para pelaku bom bunuh di Surabaya. Mengetahui jenazah pelaku bom bunuh diri akan dimakamkan disekitar daerahnya, warga sekitar TPU Putat Gede menyatakan penolakannya atas nasib jenazah tersebut.

Hingga kini, masalah ini masih akan menunggu fatwa MUI karena Risma telah meminta fatwa dan telah mengirimkan surat terkait permasalahan atau polemik ini.