Presiden Jokowi Panggil Kapolri Terkait Kelanjutan Kasus Novel

Presiden Jokowi Panggil Kapolri Terkait Kelanjutan Kasus Novel

Presiden Jokowi Panggil Kapolri Terkait Kelanjutan Kasus Novel

Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi akan memanggil Kapolri, Jenderal Tito Karnavian untuk menanyakan kepadanya tentang kemajuan dalam penyelidikan polisi terhadap serangan asam terhadap penyidik ​​Komisi Pemberantasan Korupsi (Novel Baswedan).

“Kita harus perbaharui pada tahap penyidikan. Semuanya harus jelas dan dipecahkan, “kata Jokowi pada hari Jumat seperti dikutip kompas.com.

Jokowi, bagaimanapun, tidak menanggapi pertanyaan apakah dia akan membentuk tim pencari fakta independen untuk membantu penyelidikan tersebut.

Hampir enam bulan telah berlalu sejak dua pria tak dikenal memercikkan zat kimia asam ke wajah Novel pada pagi hari tanggal 11 April, menyebabkan luka parah pada wajah dan matanya. Sejak itu, tim dokter telah memberikan Novel perawatan intensif di Singapura.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Kombes. Jenderal Ari Dono Sukmanto, mengatakan kasus Novel sulit dipecahkan karena metode “hit and run”. Kasus seperti itu, katanya, mungkin butuh waktu bertahun-tahun untuk dipecahkan.

menjadi perhatian publik

Kasus yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan menjadi salah satu hal yang membuat dugaan kuat bahwa kasus besar yang sedang coba diselesaikan oleh KPK, ingin digoyang oleh beberapa pihak yang menyadari posisinya yang mungkin saja akan secepatnya dibongkar oleh KPK.

KPK sendiri sejak beberapa bulan lalu selalu mendapat serangan baik itu secara fisik maupun secara “resmi”.

Beberapa pihak DPR menuding bahwa KPK saat ini telah disusupi oleh orang-orang yang memiliki kepentingan. Peran KPK sendiri ingin dikurangi oleh DPR dan merevisi beberapa aturan tentang wewenang dari KPK. Tentu saja ini membuat rakyat menuding bahwa DPR berupaya untuk melemahkan peran KPK yang saat ini menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang dalam pemberantasan korupsi.

Dari beberapa survei yang dilakukan, KPK sendiri menjadi lembaga negara yang paling dipercaya oleh rakyat, sedangkan DPR sendiri menjadi lembaga yang paling tidak dipercayai oleh rakyat.

Artis Berhasil Dibekuk Berkat Laporan Ojek Online

Artis Berhasil Dibekuk Berkat Laporan Ojek Online

Artis Berhasil Dibekuk Berkat Laporan Ojek OnlinePolda Metro Jaya telah menangkap seorang aktris yang diidentifikasi sebagai SF dan pacarnya, C, karena diduga memesan obat dengan menggunakan aplikasi layanan Ojek Online.

Penangkapan tersebut dilakukan Senin lalu di rumah C di kompleks perumahan Modern Land di Jl. Pulau Dewa Barat di Tangerang, direktur unit narkotika Sr. Comr. Suwondo Nainggolan mengatakan.

Sopir taksi, yang diidentifikasi sebagai H, menerima perintah dari seorang pria di Tebet, Jakarta Selatan, untuk mengirimkan sebuah paket tanpa menggunakan aplikasi layanan pengiriman. Pria tersebut memberi pengemudi Rp 300.000 (US $ 22).

Sopir karena curiga saat melihat perilaku canggung pria itu saat menyerahkan paketnya. Dia kemudian melaporkannya ke polisi, kata Suwondo.

Sebuah penyelidikan menunjukkan bahwa paket berisi 0,5 gram kristal metamfetamin yang tersembunyi di dalam kotak bersama dengan sebungkus rokok.

Petugas yang menyamar kemudian ditugaskan untuk mengirimkan paket tersebut ke alamat di mana tersangka ditangkap.

“Obat tersebut diduga diperintahkan oleh SF dari temannya, Ardi, yang jumlahnya cukup besar, dibayar melalui transfer uang seharga Rp 850.000,” kata Suwondo kepada kompas.com.

Suwondo menambahkan, polisi juga menyita 5,54 gram ganja dari kamar C yang dia beli dari seorang pria yang diidentifikasi sebagai Pasha.

Dengan kasus ini, maka membuat daftar panjang kasus Artis yang terjerat dalam kasus penggunaan narkoba. Ini membuat semakin banyak anggapan miring terhadap Artis yang dikenal sebagai salah satu role model yang banyak memberikan banyak pengaruh terhadap para penggemarnya. Tentunya dengan bertambahnya jumlah pengguna narkotika dari kalangan Artis semakin membuat banyak orang yang kini berpikiran miring terhadap Artis.

Dalam tahun ini, setidaknya sudaah ada 10 artis yang ditangkap oleh pihak kepolisian terkait dengan kasus penyalahgunaan narkotika. Ini semakin membuat Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah dalam permasalahan pencegahan dan penumpasan narkotika. Narkotika sendiri merupakan salah satu kasus yang banyak terjadi dari berbagai kalangan, dan mungkin masih akan ada beberapa nama Artis lain yang bisa saja mengalami nasib serupa.

Ringgo Penghina Presiden dan Kapolri Tercyduk

Ringgo Penghina Presiden dan Kapolri Tercyduk

Ringgo Penghina Presiden dan Kapolri Tercyduk

Farhan Balatif alias Ringgo yang beberapa minggu lalu viral karena menghina Presiden Jokowi juga menantang kepolisian akhirnya terciduk. Ringgo yang merupakan nama samaran yang digunakan oleh Farhan dalam membuat postingan kebencian dan penghinaan terhadap kepala negara dan kepala kepolisian harus berurusan dengan kepolisian akibat ulah yang dilakukannya.

Ringgo dibeberapa postingan di Facebooknya mengatakan cacian serta memposting gambar yang menghina Presiden Jokowi sekaligus menantang pihak kepolisan untuk menangkapnya. Ringgo sendiri berhasil diciduk setelah pihak kepolisian melacak sambungan internet yang digunakan yang ternyata merupakan internet dari wifi tetangganya yang digunakan secara ilegal.

Ada pun Farhat setelah ditangkap oleh kepolisian mengungkapkan alasannya melakukan hal tersebut. Saat ditangkap dan dimintai keterangan oleh wartawan, Farhan mengaku tidak puas dengan kinerja Jokowi sehingga ia melakukan hal tersebut. Dan tindakannya yaitu menghina Presiden Jokowi dikarenkan kemauannya sendiri, ia pun beralasan hal ini adalah ekspresinya karena masa pemerintahan saat ini dianggap gagal.

“Pekerjaan nggak ada, rakyat miskin meningkat. Bahan pangan impor,” jawabnya setelah ditangkap oleh pihak kepolisian. Tindakan ini pun harus dibayar mahal oleh Farhan yang menggunakan nama samaran Ringgo yang akan mendekam ditahanan.

Ada pun kasus sejenis ini bukanlah yang pertama terjadi. Beberapa waktu lalu, hal demikian juga terjadi dan yang menjadi sasaran juga adalah Presiden Jokowi.

Memang akhir-akhir ini, ada beberapa akun yang membuat postingan kebencian sarat akan sara. Pihak kepolisian sendiri terus melakukan pengawasan dalam ranah online untuk memberantas hal seperti menebar kebencian, penyebaran berita hoax dan sejenisnya. Masyarakat sendiri dihimbau untuk turut aktif untuk memberantas penebar kebencian serta berita hoax yang dapat membuat konflik dalam dunia nyata.

Beberapa pihak telah membuat dan menyerukan agar pemberantasan hoax serta penebar kebencian segera diberantas secara cepat. Memang pembiaran dan penanganan yang lama dapat membuat negara menjadi kacau, hanya karena informasi palsu serta hasutan dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Anggota Geng Djancuk Bentrok Dengan Laskar Ronggolawe

Anggota Geng Djancuk Bentrok Dengan Laskar Ronggolawe

Anggota Geng Djancuk Bentrok Dengan Laskar Ronggolawe

Kerusuhan terjadi antar 2 kelompok yang sedang menyaksikan konser musik dangdut. Kelompok tersebut adalah Geng Djancuk dan Laskar Ronggolawe.

Akibat dari kerusuhan tersebut, salah satu anggota geng Djancuk tewas karena dikeroyok oleh Laskar Ronggolawe. Kejadian ini bermula saat kedua kelompok menyaksikan sebuah konser dangdut.

Polisi dengan sigap menangkap 3 dari 7 pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan kematian tersebut. 4 pelaku hingga kini masih buron dalam pencarian dari kepolisian.

Anggota Geng Djancuk yang tewas teridentifikasi adalah Suprapto warga Desa Prunggahan Kulon. Nasib naas harus dialami oleh Suprapto yang dikeroyok oleh Laskar Ronggolawe saat menyakiskan konser dangdut.

Kejadian pengeroyokan ini bermula saat korban sedang asik menikmati konser dangdut dan berjoget. Saat itulah secara tidak sengaja ia menyenggol anggota dari Laskar Ronggolawe, akibatnya ia dikeroyok 7 orang yang mengakibatkan ia tewas.

anggota-geng-djancuk-bentrok-dengan-laskar-ronggolawe

Korban yang dikeroyok oleh para pelaku dilakukan dengan memukul korban, melempar batu hingga menikam sang korban. Salah satu pelaku yaitu Hendra mengatakan kejadian itu juga karena adanya perselihan antar geng mereka.

Kedua geng tersebut disebutnya telah menjadi musuh dalam waktu yang lama. Dengan hadirnya korban dalam konser tersebut, membuat para pelaku nekat memukuli korban, hingga menikam yang mengakibatkan korban meninggal.

Geng Djancuk merupakan musuh utama dari Laskar Ronggolawe. Keduanya memiliki dendam yang panjang yang mengakibatkan para anggotanya saling memusuhi. Naas dendam itu pada akhirnya harus menjatuhkan 1 korban yang tewas dikeroyok.

Polisi dengan sigap berhasil menangkap 3 dari 7 pelaku. Selain ditangkap, Polisi juga menemukan barang bukti seperti pisau, batu, arit yang digunakan para pelaku saat mengeroyok korban.

Pihak kepolisian mengatakan sudah mengantongi identitas 4 pelaku lainnya. Pihak kepolisian akan secepatnya melakukan penangkapan untuk 4 pelaku yang masih berkeliaran. Sejauh ini Polisi mengira para pelaku yang belum tertangkap tengah melarikan diri dan bersembunyi diluar kota.

Dengan hal yang telah dilakukan oleh para tersangkat, mereka dapat dipidana karena melanggar pasal 170 KUHP. Pasal tersebut berisi tentang hukuman maksimal yang akan didapat oleh para tersangka yaitu 12 tahun penjara.

Menggratiskan Biaya Aangkot pada Awalnya, Lalu Menyodomi pada Akhirnya

Menggratiskan Biaya Aangkot pada Awalnya, Lalu Menyodomi pada Akhirnya

menggratiskan-biaya-aangkot-pada-awalnya-lalu-menyodomi-pada-akhirnya

Bermodalkan kebaikan, dengan mengratiskan biaya angkot, Triono Agus Widodo, sopir angkot ini malah menyodomi siswa SMP tersebut. Tindakan ini, merupakan sebuah aksi tipu yang berujung-ujung pada tindakan pidana dan juga pelecehan seksual. Tindakan ini akhirna ditemukan oleh pihak polisi dan tepat kemarin, tanggal 15 September 2016, sopir angkot tersebut diadili di Pengadilan Negeri (PN), Surabaya.

Pengadilan tersebut dipimpin oleh majelis hukum Tutut Topo Sripurwanti. Sedangkan pihak terdakwa didampingi oleh pengacara Fariji dan juga pihak dari LBH Lacak.

Adapun terdakawa dikenai oleh pasal 82 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Pasal 65 ayat 1 KUH Pidana. Pelecehan seksual terhadap anak SMP tentu saja melanggar beberapa pertauran hukum di Indonesia. Selain percobaan atas pemerkosaan, hal ini pun dikaitkan dengan pelecehan seksual untuk di bawah umur.

menggratiskan-biaya-aangkot-pada-awalnya-lalu-menyodomi-pada-akhirnya-2

Dengan begitu, terdakwa diancam dihukum penjara paling cepat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan juga disertakan denda sebesar 5 miliar paling sedikit.

Baca juga : Berita online Surabaya lainnya

Pada persidangan, ternyata sopir angkot tersebut mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi bejatnya tersebut. Berdalih dengan membantu program gratis biaya transportasi untuk para pelajar, terdakwa melakukan pendekatan terhadap calon korban. Setelah memahami kepribadian korban tersebut, dan menganggap calon korban bisa ditipu, Triono menawarkan angkotnya sebagai transportasi gratis antar jemput.

Setelah itu, terdakwa mengajak calon korbannya ke tempat khusus yang sudah ia siapkan. DI tempat tersebut ada wahana biliar dan terdakwa pun membebaskan calon korbannya untuk bermain, dengan tujuan untuk membuat calon korbannya nyaman datang ke tempat tersebut. Sampai terdakwa merasa dekat dengan korban tersebut, baru lah terdakwa melakukan tindakan kejinya. Bahkan, terdakwa pun mengaku pernah melakukan hal keji tersebut pada korban sesama jenis. Terhitung kurang lebih sudah 6 korban yang ia sodomi dalam beberapa tahun ini. Bahkan untuk beberapa korban dengan jenis kelamin yang sama, terdakwa sempat melakukan beberapa kali kekerasan terhadap anak tersebut, supaya calon korban mau menuruti apa kemauan dari terdakwa.

Dengan begitu, dakwaan yang diberikan cukup jelas dan phak pendamping dari terdakwa memang tidak begitu banyak memberikan protes, dan dilangsungkan ke proses saksi dan pembuktian atas dugaan tersebut.