Risma Buka Kontes Suara Alam Burung Puter

Risma Buka Kontes Suara Alam Burung Puter

Risma Buka Kontes Suara Alam Burung PuterTentunya momen-momen penting harus selalu kita rayakan dengan sebuah acara kegembiraan. Dan hal inilah yang terjadi pada saat Hari Jadi Surabaya. Ada yang lain pada saat perayaan hari jadi Surabaya dimana terlihat banyaknya ratusan komunitas para pecinta burung yang berkumpul dalam Kontes Suara Alam Burung Puter yang diadakan dalam perlombaan juara Walikota Cup I Surabaya. Perlombaan ini sedianya diadakan di Taman Flora Bratang Surabaya.

Dan yang paling kerennya adalah mereka datang dari berbagai kota yang ada di Indonesia. Dalam lomba tersebut, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menjadi orang yang membuka acara. Selain hadirnya walikota yang terkenal dengan kehebatannya tersebut, hadir pula Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, Justamadji dalam acara tersebut. Lebih lanjut Ibu Risma mengatakan bahwa dirinya tidak ingin mengetahui siapa yang akan menang ataupun kalah dalam perlombaan tersebut.

Bagi dirinya, ajang tersebut lebih dari sekedar itu. Risma menginginkan ada kemeriahan yang hadir dalam hari jadi Surabaya dan yang pastinya adalah sebagai ajang silahturahmi antara semua komunitas burung yang ada pada saat ini. Dalam kesempatan itu juga Risma mengucapkan kepada seluruh peserta selamat untuk siap bertanding dan meminta tetap dalam mempererat silahturahmi setelah usai kontes tersebut. Kemudian Risma melanjutkan dalam sambutannya jika dirinya sangat berharap sekali jika mereka, para pecinta burung tersebut dengan tidak sebatas memelihara 1-2 ekor burung hanya untuk ikut kontes saja.

Risma sangat berharap jika mereka mau mengembangbiakan burung-burung peliharaannya secara baik dan benar. Lebih lanjut sang walikota tersebut memberi contoh dengan apa yang terjadi diluar negeri. Dimana mereka mempunyai kemampuan untuk mengembangbiakan banyaknya jenis-jenis burung dengan menggunakan sisi keilmuan. Dan untuk bisa melakukan hal tersebut, Risma meminta jajarannya yang terkait untuk bisa membantu bersinergi agar hal tersebut berhasil dengan baik kedepannya.

Walikota perempuan pertama di Indonesia tersebut mengatakan lebih lanjut jika para pecinta burung tersebut bisa mulai bekerjasama dengan banyak perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk mengusahakan beberapa jenis varietas burung yang jauh lebih unggul. Dan Risma sangat yakin jika hal ini sangat berpotensi besar pada masa yang akan datang nanti. Risma meminta semua pecinta burung yang hadir untuk tidak takut dengan ilmu pengetahuan.

Karena dirinya sangat yakin jika anak-anak muda yang berada dibangku perguruan tinggi akan sangat tertarik untuk bersama mengembangbiakan burung-burung mereka. Setelah memberikan sambutannya, Risma dengan didampingi oleh beberapa orang dari komunitas melakukan perjalanan untuk melihat-lihat bagaimana persiapan para pemilik burung dalam mempersiapkan burungnya untuk berlomba. Ternyata kontes burung ini memang baru kali ini digelar oleh pemerintah kota Surabaya untuk memeriahkan hari jadi Surabaya yang ke-724. Tapi walaupun baru pertama kali diadakan,kontestan yang datang membludak, walaupun lebih banyak didominasi oleh para pecinta burung yang ada dipulau Jawa.

Tim Penyelamat Aset Pemkot Surabaya Siap Menyelamatkan Semua Aset Yang Sedang Bermasalah

Tim Penyelamat Aset Pemkot Surabaya Siap Menyelamatkan Semua Aset Yang Sedang Bermasalah

Tim Penyelamat Aset Pemkot Surabaya Siap Menyelamatkan Semua Aset Yang Sedang Bermasalah

Pemerintah kota Surabaya pada saat ini sedang kelabakan. Apa yang menjadi persoalannya? Itu karena mereka sedang mencoba menyelamatkan beberapa aset milik mereka yang terancam lepas. Dan oleh karena itu, pemerintah Kota Surabaya perlu membuat tim penyelamat aset. Tentunya pembentukan tim penyelamat ini akan bersinergi dengan beberapa jajaran samping di Kota Surabaya dimana tujuan dan tugasnya sangat jelas, menyelamatkan semua aset milik pemerintah kota Surabaya yang bisa saja lepas jika tidak adanya tindakan penyelamatan.

Hal inilah yang disampaikan sangat jelas oleh Tri Rismaharini selaku Wali Kota Surabaya dimana rencananyauntuk bisa membentuk tim penyelamat aset setelah beliau bertemu dengan Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Didik Farkhan. Pertemuan ke-2 orang penting di Surabaya tersebut diadakan diruang kerja sang walikota yang terkenal dengan keberaniannya tersebut. Lebih lanjut Risma mengatakan jika pada nantinya, semua anggota dari tim penyelamat tersebut tidak akan hanya beranggotakan orang-orang dari Pemerintah Kota Surabaya saja, melainkan akan ada juga orang-orang dari kejaksaan dan pastinya pihak kepolisian.

Risma juga mengatakan bahwa inilah tim bersama. Risma selain ingin mengajak unsur kejaksaan dan kepolisian, beliau juga ingin mengajak dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dan juga dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Apa maksud Risma dengan mengajak semua unsur tersebut? Karena Risma menginginkan bahwa tim penyelamat tersebut bisa melengkapi satu sama lain. Selain itu juga hal ini akan menyulitkan orang-orang yang memiliki niat jelek dalam menguasai aset milik pemerintah kota Surabaya pada nantinya.

Tapi tentunya tidak akan mudah untuk bisa dengan cepat melakukan proses sertifikasi semua aset milik pemerintah kota Surabaya apalagi dengan jumlah aset yang sangat banyak. Akan banyak sekali tahapan-tahapan  yang harus dilakukan, disinilah terlihat banyak sekali celah dimana bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang ingin merebut aset tersebut dengan cara tidak benar. Risma juga menuturkan jika sudah ada aset milik mereka sudah berpindah tangan dan ini jelas merugikan mereka.

Terakhir Risma sangat berharap dengan terbentuknya tim penyelamat aset ini, semua aset milik mereka akan bisa terinventarisasikan dengan baik dan pastinya tidak akan lepas dari tangan mereka lagi. Untuk melakukan hal ini, mereka akan berencana untuk melakukan list semua aset yang ada. Dan setelah list aset sudah dirasa lengkap, akan disortir lagi, mana yang akan menjadi prioritas utama mereka.

Pemerintah kota Surabaya dianggap sudah melakukan upaya maksimal agar aset mereka tidak lepas, dan oleh karena itu, Didik Farkhan mengaku jika Kejaksaan Tinggi Surabaya merasa ikut bertanggung jawab dalam hal ini dan siap menempatkan orang-orangnya dalam tim penyelamatan tersebut. Setelah dilist, perkiraan ada 7 aset yang saat ini menjadi prioritas utama mereka. Ini karena 7 aset tersebut mempunyai potensi lepas.

Apa saja aset tersebut? Kolam renang Brantas, aset kerjasama dengan PT. Star, tanah dijalan Upa Jiwa Kelurahan Ngagel Kecamatan Wonokromo, Waduk yang berada dalam kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung, Kantor PDAM yang berada di Jalan Basuki Rahmat 119-12, kantor PDAM yang ada di Jalan Prof Mostopo dan Gelora Pancasila yang saat ini berada di Jalan Indragiri. Lebih lanjut, Risma berharap kedepannya semua aset yang ada bisa dilakukan pengamanan. Baik itu pengamanan secara fisik, pengamanan administrasi dan pastinya pengamanan hukumnya.

Menggratiskan Biaya Aangkot pada Awalnya, Lalu Menyodomi pada Akhirnya

Menggratiskan Biaya Aangkot pada Awalnya, Lalu Menyodomi pada Akhirnya

menggratiskan-biaya-aangkot-pada-awalnya-lalu-menyodomi-pada-akhirnya

Bermodalkan kebaikan, dengan mengratiskan biaya angkot, Triono Agus Widodo, sopir angkot ini malah menyodomi siswa SMP tersebut. Tindakan ini, merupakan sebuah aksi tipu yang berujung-ujung pada tindakan pidana dan juga pelecehan seksual. Tindakan ini akhirna ditemukan oleh pihak polisi dan tepat kemarin, tanggal 15 September 2016, sopir angkot tersebut diadili di Pengadilan Negeri (PN), Surabaya.

Pengadilan tersebut dipimpin oleh majelis hukum Tutut Topo Sripurwanti. Sedangkan pihak terdakwa didampingi oleh pengacara Fariji dan juga pihak dari LBH Lacak.

Adapun terdakawa dikenai oleh pasal 82 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak Pasal 65 ayat 1 KUH Pidana. Pelecehan seksual terhadap anak SMP tentu saja melanggar beberapa pertauran hukum di Indonesia. Selain percobaan atas pemerkosaan, hal ini pun dikaitkan dengan pelecehan seksual untuk di bawah umur.

menggratiskan-biaya-aangkot-pada-awalnya-lalu-menyodomi-pada-akhirnya-2

Dengan begitu, terdakwa diancam dihukum penjara paling cepat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan juga disertakan denda sebesar 5 miliar paling sedikit.

Baca juga : Berita online Surabaya lainnya

Pada persidangan, ternyata sopir angkot tersebut mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi bejatnya tersebut. Berdalih dengan membantu program gratis biaya transportasi untuk para pelajar, terdakwa melakukan pendekatan terhadap calon korban. Setelah memahami kepribadian korban tersebut, dan menganggap calon korban bisa ditipu, Triono menawarkan angkotnya sebagai transportasi gratis antar jemput.

Setelah itu, terdakwa mengajak calon korbannya ke tempat khusus yang sudah ia siapkan. DI tempat tersebut ada wahana biliar dan terdakwa pun membebaskan calon korbannya untuk bermain, dengan tujuan untuk membuat calon korbannya nyaman datang ke tempat tersebut. Sampai terdakwa merasa dekat dengan korban tersebut, baru lah terdakwa melakukan tindakan kejinya. Bahkan, terdakwa pun mengaku pernah melakukan hal keji tersebut pada korban sesama jenis. Terhitung kurang lebih sudah 6 korban yang ia sodomi dalam beberapa tahun ini. Bahkan untuk beberapa korban dengan jenis kelamin yang sama, terdakwa sempat melakukan beberapa kali kekerasan terhadap anak tersebut, supaya calon korban mau menuruti apa kemauan dari terdakwa.

Dengan begitu, dakwaan yang diberikan cukup jelas dan phak pendamping dari terdakwa memang tidak begitu banyak memberikan protes, dan dilangsungkan ke proses saksi dan pembuktian atas dugaan tersebut.

 

Surabaya Siap Mengembalikan Warga Asing yang Tidak Legal

Surabaya Siap Mengembalikan Warga Asing yang Tidak Legal

Surabaya Siap Mengembalikan Warga Asing yang Tidak Legal

Permasalahan TKA (Tenaga Kerja Asing) di Surabaya kini sedang meningkat. Semenjak dilegalkannya program Masyarakat Ekonomi ASEAN, kini banyak sekali pekerja asing yang bisa dengan mudahnya masuk ke Indonesia, termasuk ke Surabaya. Pada dasarnya, hal ini tidak akan menimbulkan masalah terlalu signifikan, asalkan mereka memang pekerja yang legal. Namun, permasalahan muncul ketika banyak tenaga kerja asing yang tidak memiliki izin kerja secara legal. Terkadang mereka tidak memilikiizin secara lengkap, dan hal ini merupakan sebuah permasalahan yang besar.

Oleh karena itu, walikota Surabaya, Tri Rismaharini, kini sedang gencar-gencarnya melakukan pengecekan ke setiap pekerja dari Negara asing. Investigasi yang dilakukan pihak pemerintah ini dilakukan untuk mengecek legalisasi dari pekerja asing tersebut.

Untuk melakukan investigasi ini, pihak pemerintah melakukan kerja sama dengan Bakesbanglimas, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, dan juga pihak Imigrasi. Program ini dilakukan untuk memperketat data dari tenaga kerja asing di Surabaya. Selain itu, kepadatan penduduk pun sekaligus dicoba untuk diperkecil, jadi kepadatan kota Surabaya pun bisa ditekan.

surabaya-siap-mengembalikan-warga-asing-yang-tidak-legal2

Beberapa hari yang lalu, pihak pemerintah Surabaya pernah menemukan saah satu pengemis yang berkewarganegaraan Jerman. Dan setelah diselidiki, ternyata izin tinggal yang dimiliki oleh Benjamin Holst tersebut sudah kadaluwarsa. Terlebih lagi, kegiatan mengemis yang dilakukan Holst ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Dan ia pun mengaku pernah melakukan hal ini di Bali beberapa tahun yang lalu.

Ia pun bahkan mengaku bahwa dirinya memanfaatkan penyakit kaki gajah yang ia miliki untuk mengemis dari satu daerah ke daerah lainnya, selama beberapa tahun ini di Indonesia. Namun, hal ini merupakan sebuah pelanggaran, karena sebagai warga Negara asing, tentu saja izin tinggal harus tetap ada dan tidak boleh kadaluwarsa.

Untuk menanggapi hal ini, pihak pemerintah Surabaya langsung menindaklanjuti waga asing yang tidak legal ini. Namun, pihak imigrasi di Surabaya tidak memiliki dana yang cukup untuk memulangkan tenaga kerja asing tersebut ke negaranya. Untuk menanggapi hal ini, Tri Rismaharini akan langsung menghubungi kedutaan Jerman untuk bisa memulangkan kembali warganya.

Namun, apabila tidak ada kelanjutan dalam membahas permasalahan ini, pihak pemerintah Surabaya akan tetap mengusahakan untuk mengembalikan pekerja asing yang tidak legal ke negaranya masing-masing. Program ini akan terus dilanjutkan demi memperketat kelegalan para pekerja di Indonesia, terutama di Surabaya.

Park and Ride, Gedung Solusi Kemacetan di Surabaya

Park and Ride, Gedung Solusi Kemacetan di Surabaya

Park and Ride, Gedung Solusi Kemacetan di Surabaya Surabaya, kini, menjadi salah satu ibu kota yang memiliki penduduk paling padat di Indonesia, selain Jakarta dan juga Bandung. Bukan hanya warga Surabaya saja yang membuat penduduk di sini sangat banyak, tetapi juga semakin banyaknya pendatangnya yang turut memenuhi ibu kota dari Jawa Timur ini. Tentu saja kepadatan penduduk ini adalah salah satu faktor yang membuat kemacetan terus merajalela di Surabaya ini. Kemacetan di jalan raya sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh di Surabaya. Banyaknya pengguna kendaraan pribadi dari pada kendaraan umum menjadi penyebab lainnya dari kemacaetan ini. Selain itu, penyebab lainnya pula adalah masih adanya lahan parker yang menggunakan jalan raya. Tentu saja, jalanan yang tadinya dibuat untuk 2 atau 3 mobil, akan semakin sempit apabila salah satu bagiannya digunakan sebagai lahan parker sebuah tempat wisata atau tempat yang selalu ramai akan pengunjung. Untuk mengatasi masalah ini, pihak pemerintah kota Surabaya, kini sedang membicarakan tentang pembuatan gedung khusus untuk parkir yang bertingkat. Tentu saja hal ini bisa menjadi jawaban dan solusi dari masalah kemacetan yang terjadi di Surabaya. Selain itu, untuk tempat-tempat hiburan dan juga tempat yang sering dikunjungi orang, diwajibkan membuat lahan parkkir khusus bertingkat. Jadi, tidak akan ada lagi mobil yang parkir di pinggir jalan, ataupun mobil yang mengantri masuk ke tempat tersebut untuk berebut lahan parkir. Di sisi lain, dengan adanya lahan pakir khusus bertingkat, kini tidak akan ada lagi kemacetan di tempat-tempat hiburan tersebut. Pihak pemerintah kini sedang membuat program pembangunan gedung yang diberi nama Park and Ride. Gedung ini dibuat khusus untuk menjadi lahan parkir khusus untuk tempat-tempat hiburan di sekitarnya. Pihak pemerintah kini sedang membuat dua gedung Park and Ride. Gedung ini kini sudah mencapai 60%, dan direncanakan pada tahun 2017 nanti sudah bisa digunakan oleh warga Surabaya. Diperkirakan, gedung ini bisa mencapai 244 sepeda motor dan 83 mobil, yang terdiri lantai I 244 motor dan 4 mobil, lantai II 36 mobil dan lantai III 43 mobil. Dengan kapasitas tersebut, tentu saja pihak pemerintah berharap semoga cara ini benar-benar bisa jadi solusi yang baik untuk mengatasi masalah kemacetan di Surabaya.

Surabaya, kini, menjadi salah satu ibu kota yang memiliki penduduk paling padat di Indonesia, selain Jakarta dan juga Bandung. Bukan hanya warga Surabaya saja yang membuat penduduk di sini sangat banyak, tetapi juga semakin banyaknya pendatangnya yang turut memenuhi ibu kota dari Jawa Timur ini. Tentu saja kepadatan penduduk ini adalah salah satu faktor yang membuat kemacetan terus merajalela di Surabaya ini.

Kemacetan di jalan raya sudah bukan lagi menjadi hal yang aneh di Surabaya. Banyaknya pengguna kendaraan pribadi dari pada kendaraan umum menjadi penyebab lainnya dari kemacaetan ini. Selain itu, penyebab lainnya pula adalah masih adanya lahan parker yang menggunakan jalan raya. Tentu saja, jalanan yang tadinya dibuat untuk 2 atau 3 mobil, akan semakin sempit apabila salah satu bagiannya digunakan sebagai lahan parker sebuah tempat wisata atau tempat yang selalu ramai akan pengunjung.

Untuk mengatasi masalah ini, pihak pemerintah kota Surabaya, kini sedang membicarakan tentang pembuatan gedung khusus untuk parkir yang bertingkat. Tentu saja hal ini bisa menjadi jawaban dan solusi dari masalah kemacetan yang terjadi di Surabaya. Selain itu, untuk tempat-tempat hiburan dan juga tempat yang sering dikunjungi orang, diwajibkan membuat lahan parkkir khusus bertingkat. Jadi, tidak akan ada lagi mobil yang parkir di pinggir jalan, ataupun mobil yang mengantri masuk ke tempat tersebut untuk berebut lahan parkir.

park-and-ride-gedung-solusi-kemacetan-di-surabaya2

Di sisi lain, dengan adanya lahan pakir khusus bertingkat, kini tidak akan ada lagi kemacetan di tempat-tempat hiburan tersebut.

Baca juga : Berita terkini Surabaya

Pihak pemerintah kini sedang membuat program pembangunan gedung yang diberi nama Park and Ride. Gedung ini dibuat khusus untuk menjadi lahan parkir khusus untuk tempat-tempat hiburan di sekitarnya. Pihak pemerintah kini sedang membuat dua gedung Park and Ride. Gedung ini kini sudah mencapai 60%, dan direncanakan pada tahun 2017 nanti sudah bisa digunakan oleh warga Surabaya.

Diperkirakan, gedung ini bisa mencapai 244 sepeda motor dan 83 mobil, yang terdiri lantai I 244 motor dan 4 mobil, lantai II 36 mobil dan lantai III 43 mobil. Dengan kapasitas tersebut, tentu saja pihak pemerintah berharap semoga cara ini benar-benar bisa jadi solusi yang baik untuk mengatasi masalah kemacetan di Surabaya.

Beberapa Komunitas Melakukan Aksi Demo Perlindungan Satwa Liar

Beberapa Komunitas Melakukan Aksi Demo Perlindungan Satwa Liar

Beberapa Komunitas Melakukan Aksi Demo Perlindungan Satwa Liar

Demo besar-besaran terjadi di depan Gedung Balai Pemuda, Surabaya, pada hari Rabu Kemarin. Aksi demo besar—besaran ini kurang lebih terjadi karena maraknya penembakan satwa liar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Walaupun satwa ini bersifat liar atau tidak dimiliki oleh siapapun, namun hakikatnya bukan berarti bisa di tembak sembarangan dengan menggunakan senapan angin. Hal ini merupakan tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab dan tidak menghargai atas sesame mahkluk hidup.

Sebenarnya, masalah penembakan dengan senapan angin ke pada satwa liar ini sudah berangsur-angsur selama beberapa tahun kebelakang. Beberapa tindakan pemerintah pun sudah dilakukan untuk mencegah dan juga mengurangi masalah penembakan satwa liar ini. Namun, sampai saat ini, masih saja ada masalah serupa yang bermunculan, dan tentu saja bagi para pecinta satwa, hal ini merupakan masalah yang sangat besar untuk mereka.

Dalam rangka untuk meminta perlindungan untuk satwa-satwa liar, beberapa perwakilan dari komunitas pecinta dan pemerhati satwa, turut berdatangan dalam aksi demo tersebut. Sebut saja komunitas seperti Centre for Orangutan Protection (COP), Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Animals Indonesia, International Animal Rescue (IAR), Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Orangutan Information Centre (OIC), Orangutan Land Trust (OLT), With Compasion and Soul (WCS), Orangutan Outreach, Paguyuban Pengamat Burung Jogjakarta (PPBJ), dan Orangutan Veterinary Aid (OVAID) berdatangan untuk turut berpartisipasi dalam aksi demo tersebut.

beberapa-komunitas-melakukan-aksi-demo-perlindungan-satwa-liar2

Aksi demo yang terjadi tepat di hari Rabu kemarin tersebut berjalan aman dan tentram, tidak ada aksi rusuh atau kekerasan yang terjadi pada demo tersebut. Para pihak keamanan pun hanya datang untuk memperhatikan dan mengawasi aksi demo tersebut, tanpa harus berhadapan langsung dengan para pendemo.

Inti dari aksi demo tersebut kurang lebih adalah tentang perlindungan satwa liar. Mereka ingin bagaimanapun caranya, masalah penembakan satwa liar dengan senapan angin ini harus segera dihentikan. Tentu saja beasaskan saling menghargai sesame mahkluk hidup, satwa memang sudah seharusnya hidup secara liar. Tapi, bukan berarti penembakan dengan senapan angin menjadi solusi yang baik untuk mereka. Sebenarnya ada cara lain yang lebih manusiawi untuk dilakukan.

Bahkan, pihak-pihak dari komunitas yang datang tersebut, siap membantu pemerintah untuk turun langsung dalam perlindungan satwa liar. Hal ini dianggap sebagai kewajiban mereka sebagai pemerhati dan pecinta hewan, untuk ikut langsung dalam aksi melindungi keberlangsungan hidup dari satwa-satwa tersebut.