JK Menolak Tawaran PDI-P Tentang Untuk Jadi Tim Kampanye Jokowi

JK Menolak Tawaran PDI-P Tentang Untuk Jadi Tim Kampanye Jokowi

JK Menolak Tawaran PDI-P Tentang Untuk Jadi Tim Kampanye JokowiWakil Presiden Jusuf Kalla telah menolak usulan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) bahwa dia harus menjadi kepala tim kampanye untuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ini adalah tawaran untuk pemilu Joko Widodo di tahun 2019.

Juru bicara Kalla, Hussain Abdullah, mengatakan bahwa Wakil Presiden tidak dapat mengambil peran baru karena dia akan disibukkan dengan tugas negara.

“Sebagai Wakil Presiden, saya yakin tidak mungkin dia menjadi ketua tim. Begitu Presiden berada di luar kota atau di luar negeri, Wapres harus tinggal di Jakarta, menjalankan pemerintahan,” kata Hussain sebagai dikutip oleh tempo.co

Pada hari Selasa, politisi senior PDI-P dan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa jika Kalla memutuskan untuk tidak mengikuti lomba 2019 sebagai jodoh Jokowi, dia harus bertanggung jawab atas tim kampanye untuk pemilihan kembali Jokowi.

Tjahjo mengatakan bahwa partai politik dalam koalisi yang berkuasa telah mempersiapkan kandidat untuk dijadikan jodoh bagi Jokowi dan bahwa Kalla harus minggir. Husain mengatakan bahwa dia tidak memiliki informasi apakah Tjahjo telah berbicara dengan Kalla mengenai usulan tersebut.

Kalla, yang akan berusia 77 tahun 2019, sebelumnya mengatakan bahwa dia tidak akan mengikuti pemilihan presiden 2019 dan bahwa dia akan menghabiskan lebih banyak waktu bersama cucunya.

Sebelumnya Jusuf Kalla pernah juga menjabat sebagai Wakil Presiden para era pertama Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) dan pernah juga mencalonkan diri sebagai presdien setelah itu. Namun JK belum berhasil menarik hati masyarakat Indonesia, dan ia akhirnya gagal menjadi presiden setelah gagal bersaing dengan SBY pada putaran berikutnya.

Setelah 10 tahun pemerintahan SBY, Jusuf Kalla secara mengejutkan muncul sebagai pendamping Jokowi pada pemilu 2014 silam. Pada pemilu 2014 silam, Jokowi-JK berhasil mengalahkan pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.

Sejumlah Massa Di Tanah Air Demo Solidaritas Untuk Rohingya

Sejumlah Massa Di Tanah Air Demo Solidaritas Untuk Rohingya

Sejumlah Massa Di Tanah Air Demo Solidaritas Untuk Rohingya

Aksi sejumlah militer Myanmar yang terus melakukan buruan terhadap etnis Rohingya mendapat sorotan dunia. Ini memang bukan yang pertama bagi Rohingya harus berjuang melawan tekanan dari pihak militer Myanmar.

Myanmar sendiri memang beberapa kali menolak etnis Rohingya dan tidak menganggap etnis tersebut menjadi salah satu etnis resmi dari Myanmar. Dengan banyaknya kekerasan yang terjadi yang membuat banyak korban baik wanita maupun anak-anak, beberapa negara melakukan aksi demonstran terhadap Myanmar untuk segera menghentikan kekerasan yang ada disana.

Di Indonesia sendiri, beberapa ormas dan masyarakat menggelar aksi yang ditujukkan pada Myanmar melalui kedutaannya yang ada di Indonesia. Di Jakarta misalnya, banyak massa yang menggelar aksi disekitar Bundaran Hotel Indonesia(HI) yang menuntut pemerintah Indonesia segera mengusir kedutaan dari Myanmar yang ada di Indonesia. Demonstran besar-besaran di Indonesia sendiri bukan hanya terjadi di Jakarta, di Bandung dan beberapa kota lain pun banyak aksi yang menuntut untuk menghentikan kekerasan terhadap etnis Rohingya yang ada di Myanmar.

Indonesia sendiri telah melakukan pendekatan persuasif dalam menyikapi masalah ini. Presiden Indonesia, Joko Widodo telah mengirimkan Mentri Luar Negeri, Retno telah berangkat ke Myanmar untuk mencoba loby dalam kasus kekerasan terhadap etnis Rohingya ini.

Menteri Retno yang telah terbang ke Myanmar telah menemui beberapa pimpinan penting Myanmar sekaligus menyatakan sikap resmi dari Indonesia dalam menyikapi kekerasan yang terjadi di Rohingya. Indonesia menjadi salah satu negara yang serius dalam menengahi konflik yang terjadi di Myanmar terhadap etnis Rohingya ini.

Dukungan Indonesia secara resmi serta aksi massa yang ada menunjukkan kepedulian Indonesia terhadap etnis Rohingya yang mengatasnamakan kemanusiaan. Memang telah banyak beredar video maupun foto tentang kekerasan yang harus dihadapi oleh etnis Rohingya di Myanmar.

Untuk terus membantu dan memberi dukungan terhadap etnis Rohingnya, sebaiknya masyarakat Indonesia sendiri harus bijak dalam menerima informasi yang ada. Setidaknya saat ini ada beberapa pihak yang ingin memanfaatkan sentimen ini dan ingin memperkeruh suasana dengan info, foto dan video hoax. Jangan sampai konflik yang terjadi di Myanmar justru malah akan dimanfaatkan segelintir orang untuk menunggangi semangat solidaritas terhadap Rohingya.

Ringgo Penghina Presiden dan Kapolri Tercyduk

Ringgo Penghina Presiden dan Kapolri Tercyduk

Ringgo Penghina Presiden dan Kapolri Tercyduk

Farhan Balatif alias Ringgo yang beberapa minggu lalu viral karena menghina Presiden Jokowi juga menantang kepolisian akhirnya terciduk. Ringgo yang merupakan nama samaran yang digunakan oleh Farhan dalam membuat postingan kebencian dan penghinaan terhadap kepala negara dan kepala kepolisian harus berurusan dengan kepolisian akibat ulah yang dilakukannya.

Ringgo dibeberapa postingan di Facebooknya mengatakan cacian serta memposting gambar yang menghina Presiden Jokowi sekaligus menantang pihak kepolisan untuk menangkapnya. Ringgo sendiri berhasil diciduk setelah pihak kepolisian melacak sambungan internet yang digunakan yang ternyata merupakan internet dari wifi tetangganya yang digunakan secara ilegal.

Ada pun Farhat setelah ditangkap oleh kepolisian mengungkapkan alasannya melakukan hal tersebut. Saat ditangkap dan dimintai keterangan oleh wartawan, Farhan mengaku tidak puas dengan kinerja Jokowi sehingga ia melakukan hal tersebut. Dan tindakannya yaitu menghina Presiden Jokowi dikarenkan kemauannya sendiri, ia pun beralasan hal ini adalah ekspresinya karena masa pemerintahan saat ini dianggap gagal.

“Pekerjaan nggak ada, rakyat miskin meningkat. Bahan pangan impor,” jawabnya setelah ditangkap oleh pihak kepolisian. Tindakan ini pun harus dibayar mahal oleh Farhan yang menggunakan nama samaran Ringgo yang akan mendekam ditahanan.

Ada pun kasus sejenis ini bukanlah yang pertama terjadi. Beberapa waktu lalu, hal demikian juga terjadi dan yang menjadi sasaran juga adalah Presiden Jokowi.

Memang akhir-akhir ini, ada beberapa akun yang membuat postingan kebencian sarat akan sara. Pihak kepolisian sendiri terus melakukan pengawasan dalam ranah online untuk memberantas hal seperti menebar kebencian, penyebaran berita hoax dan sejenisnya. Masyarakat sendiri dihimbau untuk turut aktif untuk memberantas penebar kebencian serta berita hoax yang dapat membuat konflik dalam dunia nyata.

Beberapa pihak telah membuat dan menyerukan agar pemberantasan hoax serta penebar kebencian segera diberantas secara cepat. Memang pembiaran dan penanganan yang lama dapat membuat negara menjadi kacau, hanya karena informasi palsu serta hasutan dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Pesawat TNI AD Tergelincir di Bandung

Pesawat TNI AD Tergelincir di Bandung

Pesawat TNI AD Tergelincir di BandungPesawat milik Tentara Nasional Indonesia(TNI) Angkatan Darat(AD) tergelincir di Landasan Udara Suparlan, Bandung Barat. Tergelincirnya pesawat milik TNI AD ini tak memakan korban jiwa dan saat tergelincirnya pesawat ini kala membawa penerjun Kopassus.

Peristiwa jatuhnya pesawat milik TNI ini saat siang tadi(2 Agustus 2017) pada pukul 2 siang. Pesawat yang tergelinciri tersebut adalah Pesawat Casa 212 yang sedang mengangkut angkota Kopassus yang memang sedang latihan sebanyak 30 anggota Kopassus.

Tergelincirinya pesawat ini saat ingin mendarat di landasan udara Suparlan di Batujajar. Karena gagal mendarat dan tergelincir, pesawat milik TNI ini pun masuk parit dan hingga kini masih dalam tahap evakuasi.

Dalam peristiwa ini, dipastikan tidak adanya korban jiwa. Ada pun kerusakan pada pesawat terdapat pada sayap, baling-baling kiri, dan body pesawat di sisi kiri. Pesawat yang dipiloti oleh Kapten Arief Hidayat tiba-tiba kehilangan kendali saat baru akan mendarat, dan akhirnya tergelincir ke parit.

Pihak terkait kembali menegaskan bahwa peristiwa ini bukanlah kecelakaan(jatuh) pesawat melainkan hanya terjadinya kesalahan kala mendarat yang mengakibatkan pesawat tergelincir ke parit sesaat akan melakukan landing.

Kasus pesawat tergelincir bukanlah sesuatu yang baru, ada banyak faktor yang mengakibatkan hal ini terjadi. Selain masalah teknis, terkadang faktor cuaca dan tempat untuk mendarat pun turut menjadi hal yang dapat menjadikan pesawat gagal mendarat secara sempurna atau tergelincir.