Jalan Tol Becakayu Akan Uji Kelayakan Dalam Waktu Dekat

Jalan Tol Becakayu Akan Uji Kelayakan Dalam Waktu Dekat

Jalan Tol Becakayu Akan Uji Kelayakan Dalam Waktu Dekat

Jalan tol Becakayu yang macet, yang akan menghubungkan Bekasi di Jawa Barat dan Cawang dan Kampung Melayu di Jakarta Timur, akan segera menjalani uji jalan, kata seorang pejabat.

“Saya berharap pada bulan Oktober kita bisa menjalani tes ini,” kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna pada hari Senin seperti dikutip kompas.com. Becakayu adalah akronim Bekasi, Cawang dan Kampung Melayu.

Dua ruas jalan yang hampir siap diresmikan adalah bagian 1B yang menghubungkan Cipang Melayu dan Pangkalan Jati dan bagian 1C, yang menghubungkan Pangkalan Jati dan Jaka Sampurna, Herry mengatakan, menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi dijadwalkan untuk meresmikannya.

Pembangunan jalan tol sepanjang 21,04 itu telah menganggur selama sekitar 20 tahun sebelum sebuah konsorsium perusahaan konstruksi mengambil alih dan memulai kembali proyek tersebut pada akhir 2014.

Jalan tol ini diharapkan bisa beroperasi penuh tahun depan.

Pembangunan jalan tol ini nantinya diharapkan dapat mengurangi kemacetan pada rute Cawan dan Kampung Melayu yang saat ini memang sangat padat.

Presiden Jokowi memang tengah menggenjot pembangunan infrastruktur seperti halnya jalan tol dan lainnya. Proyek tol Becakayu ini diharapkan dapat membuat kemacetan parah yang sering terjadi pada ruter ini sedikit banyak dapat berkurang. Memang ini adalah salah satu solusi penting yang banyak juga ditunggu-tunggu oleh pengguna jalan.

Upaya-upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan dapat berjalan dengan baik. Dengan ini, maka pembangunan yang akan berdampak dengan kemajuan ekonomi pun akan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang juga berimbas pada kemajuan perekonoian negara.

Ryamizard Klarifikasi Tentang Polemik Pembelian Senjata

Ryamizard Klarifikasi Tentang Polemik Pembelian Senjata

Ryamizard Klarifikasi Tentang Polemik Pembelian SenjataMenteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menawarkan klarifikasi mengenai rencana yang dilaporkan untuk sebuah lembaga non-militer untuk mengimpor 5.000 senjata api yang telah disebutkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Berbicara kepada wartawan pada hari Selasa, Ryamizard menggemakan sebuah pernyataan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, yang mengatakan pada hari Minggu bahwa Gatot telah salah informasi mengenai rencana oleh Badan Intelijen Negara (BIN) untuk membeli 500 senjata dari senjata milik negara produsen Pindad untuk “tujuan pelatihan”.

Ryamizard mengatakan Kementerian Pertahanan telah menerima proposal pembelian yang ditandatangani oleh wakil kepala BIN Letnan Jenderal Teddy Lhaksmana yang secara khusus merinci bahwa badan mata-mata tersebut berencana untuk menyediakan 521 senjata api dan 72.750 amunisi peluru.

Dia mengatakan rencana pembelian tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku, yang mengatur bahwa pengadaan senjata strategis oleh lembaga negara terkait harus dilanjutkan dengan izin menteri pertahanan.

“Awalnya, kami tidak dapat mengizinkan [pembelian] karena [BIN] memerintahkan [standar TNI] senjata api standar, namun kemudian mengubah pesanan menjadi standar non-TNI […] Proposal pengadaan sudah jelas, “Kata Ryamizard.

“Mungkin dia [Gatot] belum menerima laporan [mengenai pembelian] dari asistennya […] Semua orang bisa melakukan kesalahan, kita hanya perlu memastikan bahwa kesalahan tidak akan terulang,” katanya.

Menteri melanjutkan dengan mengatakan bahwa masalah tersebut tidak boleh diledakkan dan bahwa institusi terkait, termasuk BIN, TNI dan Polri, harus memperkuat komunikasi untuk mencegah isu serupa di masa depan.